Pelajari dan Bacalah Al-Qur’an
| Posted in Al-Qur'an, Puasa | Posted on 16-08-2009
1
Oleh : Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan
Wahai hamba Allah bertaqwa dan bersyukurlah atas apa yang telah dianugerahkan kepadamu dari nikmat iman dan mengkhususkan kamu dengan diturunkannya Al-Qur’an Al-’Azhim, Dzikrul Hakim, dan Shiratal Mustaqim. Dia adalah kalam Allah yang tidak ada kalampun yang serupa dengannya, tidak ada satu kebatilan pun yang menghampirinya, baik dari depan maupun belakangnya. Dia diturunkan dari Dzat yang Maha Bijaksana dan Yang Maha Pembalas Jasa. Allah sendirilah yang menjaganya, sehingga tidak ada pengurangan maupun penambahan di dalamnya. Dia tertulis di Lauhul Mahfudh dan di lembaran-lembaran. Dia terjaga di dada-dada para hafidh. Dia dibaca dengan lisan dan amat mudah dipelajari dan direnungkan. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
“Dan telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran.” (Al-Qamar : 17)
Kitab yang mudah dihafal oleh anak-anak kecil dan orang-orang a’jam (selain Arab). Tidak berat bagi lisan untuk membacanya, tidak bosan bagi telinga untuk mendengarkan kemanisan dan keindahannya, tidak akan kenyang para ulama dalam merenungi dan mengarungi makna-maknanya, serta manusia dan jin tidak akan mampu semisal surat terpendek darinya. Karena dia adalah mukjizat dan hujah yang kekal, Allah telah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk membaca dan merenunginya, Allah telah menjadikannya sebagai Kitab yang penuh berkah.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
“Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (Shaad : 29)
Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda :
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah, akan mendapat satu kebaikan dan satu kebaikan berlipat 10 kebaikan. Saya tidak mengatakan : ‘Alif Laam Miim’ satu huruf. Akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf.” (Riwayat Tirmidzi, dan dia berkata : Hadist Hasan Shahih).
Allah telah memberi keistimewaan dan keutamaan bagi pembaca Al-Qur’an yang mau mengamalkannya. Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda (yang artinya) :
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan yang mengajarkannya.” (Riwayat Bukhari).
Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda (yang artinya) :
“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an bagaikan buah limau yang harum baunya dan enak rasanya. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an bagaikan buah kurma yang tidak berbau dan enak serta manis rasanya. Perumpamaan orang Munafik yang membaca Al-Qur’an bagaikan tumbuh-tumbuhan yang harum baunya dan pahit rasanya. Dan perumapamaan orang Munafik yang tidak membaca Al-Qur’an bagaikan buah labu yang tidak berbau dan pahit rasanya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Di dalam nash-nash ini terdapat perintah untuk mempelajari Al-Qur’an, kemudian membaca, merenunginya, dan mengamalkannya. Dengan Al-Qur’an, manusia terbagi menjadi beberapa golongan. Di antara mereka ada yang membaca memperhatikannya dengan cara mempelajarinya secara keilmuan maupun amalan. Mereka inilah orang-orang yang berbahagia yang merupakan ahli Al-Qur’an sesungguhnya. Dan di antara mereka ada yang berpaling darinya, tidak mempelajarinya bahkan tidak menoleh sedikitpun kepadanya. Mereka ini telah disediakan adzab yang pedih oleh Allah.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Ar-Rahman (Tuhan Yang Maha Pemurah), Kami adakan baginya setan yang menyesatkan, maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (Az-Zukhruf : 36)
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
“Barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. Dia berkata : ‘Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkanku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat ?’. Allah berkata : ‘Demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu pula pada hari ini kamu dilupakan’.” (Thahaa : 124-126)
Di antara manusia ada yang mempelajari Al-Qur’an, tetapi meremehkan bacaannya. Orang seperti itu telah menjauhi Al-Qur’an dan menghalangi dirinya sendiri untuk memperoleh pahala yang besar karena membacanya. Ini merupakan penyebab dia melupakan Al-Qur’an dan bisa jadi dia masuk ke dalam firman Allah Ta’ala (yang artinya) : “Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku.” (Thahaa : 124). Karena sikap berpaling dari membaca Al-Qur’an dan melalaikannya merupakan kerugian yang besar. Itu merupakan sebab berkuasanya setan pada seorang hamba dan kerasnya hati.
Di antara manusia ada yang sekedar membaca Al-Qur’an tanpa mau merenungi dan mengambil pelajaran darinya. Orang seperti ini tidak bisa mengambil manfaat yang besar dari bacaannya. Allah mencela orang yang hanya membaca Al-Qur’an tanpa mau memahaminya. Allah berfirman tentang orang-orang Yahudi (yang artinya) :
“Di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al-Kitab kecuali hanya sekedar dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.” (Al-Baqarah : 128)
Yakni mereka hanya sekedar membacanya tanpa mau memahaminya. Menjadi suatu kewajiban bagi seorang muslim ketika membaca Al-Qur’an harus menghadirkan hatinya untuk memahaminya sebatas kemampuannya. Bacaan yang cepat dan mengkhatamkannya tidaklah cukup jika tidak difahami dan tidak membekas pada dirinya. Semoga Allah memberikan taufik-Nya sesuai dengan apa yang dicintai dan diridhai-Nya.
Sumber : “Bimbingan Meraih Kemuliaan Ramadhan”, Mukhlish Zuhdy (penerjemah), Al-Qowam, 2006
Download versi pdf artikel ini :Pelajari dan bacalah al-qur’an



Lewat Email
Al-hamdulillah saya dapat manfaat yg banyak. Jazakallah.