Keutamaan – keutamaan Bulan Ramadhan dan Apa yang Seyogyanya Kita lakukan untuk Menyambutnya.
| Posted in Puasa | Posted on 12-08-2009
0
Oleh : Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan.
Allah Ta’ala telah mengistimewakan bulan Ramadhan atas bulan-bulan lainnya dengan keutamaan-keutamaan besar. Dia telah mengistimewakan bulan ini dengan keistimewaan yang banyak sekali. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
“Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara al-haq dan al-batil). Karena itu barangsiapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari lain.” (Al-Baqarah : 185)
Pada ayat ini Allah Ta’ala menyebutkan dua keistimewaan bulan Ramadhan yang besar, yaitu:
Pertama:
Diturunkannya Al-Qur’an pada bulan itu sebagai petunjuk bagi manusia dari kegelapan kepada cahaya. Dia memperlihatkan al-haq dari al-batil dengan kitab Al-Qur’an yang agung yang di dalamnya terkumpul semua kebaikan, keuntungan dan kebahagiaan bagi manusia di dunia dan akhirat.
Kedua :
Kewajiban puasa pada umat Muhammad, yang mana Allah Ta’ala telah memerintahkan hal itu dalam firman-Nya (yang artinya):
“Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka berpuasalah.”
(Al-Baqarah : 185)
Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam dan yang diwajibkan Allah Ta’ala yang telah maklum dalam agama serta merupakan ijma’nya kaum muslimin. Barangsiapa yang mengingkarinya, maka ia kafir. Dan Barangsiapa yang hadir –di negeri tempat tinggalnya– sedangkan dia dalam keadaan sehat, maka ia wajib berpuasa pada bulan itu sebagaimana firman Allah di atas.
Jadi jelas, kita tidak bisa lari dari kewajiban berpuasa pada bulan tersebut, baik pada waktunya –di bulan Ramadhan– atau –di bulan lain– dengan qadha’, kecuali orang yang sudah sangat tua dan menderita sakit yang terus menerus yang tidak mampu berpuasa, baik pada waktunya ataupun dengan qadha’. Bagi keduanya ada hukum lain yang akan kita jelaskan pada bab-bab bagian belakang insyaallah.
Diantara keutamaan-keutamaan bulan ini adalah apa yang telah dijelaskan oleh Nabi Shalallahu’alaihi wasallam dalam hadist-hadist shahih seperti di shahihain dari Abu Hurairah Radiyallahu’anhu, bahwasanya Nabi bersabda (yang artinya):
“Apabila Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.”
Hadist ini menunjukkan beberapa keistimewaan besar bulan ini, yaitu:
Pertama
Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, hal itu karena banyak amal shalih yang disyariatkan pada bulan tersebut dan amalan yang bisa menyebabkan masuk surga, sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya):
“Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.” (An-Nahl : 32)
Kedua
Pintu-pintu neraka ditutup. Hal itu karena sedikitnya perbuatan maksiat yang bisa menyebabkan pelakunya masuk neraka. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya.” (An-Naziat : 37-39)
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
“Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahanam, mereka kekal selama-lamanya di dalamnya.” (Al-Jin : 23)
Ketiga
Setan dibelenggu pada bulan itu, sehingga mereka tidak bisa membujuk atau menghasut kaum muslimin untuk melakukan maksiat dan tidak bisa memalingkan mereka dari amal salih seperti pada bulan lain. Menolak tipu daya setan pada bulan ini adalah dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang buruk. Sesungguhnya itu adalah rahmat dari Allah Ta’ala bagi kaum muslimin, yaitu untuk memberikan kesempatan kepada mereka agar melakukan kebaikan-kebaikan dan menghapus kesalahan-kesalahan.
Diantara keutamaannya adalah bahwasanya kebaikan-kebaikan pada bulan penuh berkah ini dilipatgandakan pahalanya. Pahala amalan nafilah menyamai pahala fardhu, dan yang pahala fardhu dilipatgandakan menjadi 70 kali. Barangsiapa yang memberi buka orang yang berpuasa dosanya diampuni, keluarganya dibebaskan dari neraka, dan baginya pahala seperti yang diperoleh orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.
Semua kebaikan, barakah, dan karunia ini halal bagi kaum muslimin, sebagaimana halalnya bulan yang penuh berkah ini. Maka seyogyanya seorang muslim menyambut bulan ini dengan bahagia dan suka cita. Hendaknya dia memuji Allah Ta’ala karena telah mempertemukan dengan bulan ini. Dan meminta pertolongan-Nya agar bisa menjalankan puasa dan amal-amal shalih pada bulan tersebut. Sesungguhnya ini adalah bulan besar, musim mulia, dan suatu karunia yang penuh berkah bagi umat islam.
Sumber : “Bimbingan Meraih Kemuliaan Romadhon”, Mukhlis Zuhdy (penerjemah), Al-Qowam, 2006
Download versi pdf artikel ini : Keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan dan apa yang seyogyanya kita lakukan.



Lewat Email