Faidah-faidah Puasa
| Posted in Puasa | Posted on 11-08-2009
0
Oleh : Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan
Puasa adalah salah satu ibadah yang paling banyak manfaatnya serta paling berpengaruh dalam membersihkan jiwa dan mengukir akhlak. Puasa memiliki faidah-faidah yang besar di antaranya adalah :
-
Cara untuk menanam benih-benih ketakwaan kepada Allah di dalam hati sekaligus menahan anggota badan dari perbuatan-perbuatan yang di haramkan. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (Al-Baqarah : 183)
Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dia mensyariatkan puasa bagi hamba-Nya untuk menambah ketaqwaan mereka. Takwa adalah suatu kalimat yang mencakup berbagai sendi kebaikan. Allah telah menggabung kalimat takwa dengan berbagai macam kebaikan dan buah keberhasilan. Allah berulang kali menyebutnya dalam Al-Qur’an yang menunjukkan betapa pentingnya takwa Ahlu ‘Ilmi menafsirkan kalimat takwa dengan :
“ Melakukan apa-apa yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apa-apa yang dilarang-Nya dengan mengharapkan pahala-Nya dan takut akan adzab-Nya.”
Mengenai firman-Nya : ‘La’allakum tattaqun’ Imam Al-Qurthubi Rahimahullah berkata : “ ‘La’alla’ bermakna diharapkan pada mereka, dan ‘tattaqun’ artinya agar kalian meninggalkan maksiat. Karena ketika makanan yang dikonsumsi tubuh sedikit, maka syahwatpun akan melemah, dan ketika itu akan berkuranglah maksiat.”
Dan ada yang berkata bahwasanya makna ‘tattaqun’ tersebut berdasar atas keumumannya, sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam (yang artinya):
“ Puasa adalah tameng dan benteng.”
Dan ketakwaan disebabkan matinya syahwat.
-
Membawa manusia kepada sifat sabar dan menahan cobaan. Karena ia akan menggiring pelakunya meninggalkan sesuatu yang disenanginya dan memisahkannya dari syahwatnya berdasarkan atas ketaatan dan pilihannya. Puasa memberikan kekuatan kepada orang yang menyenangi maksiat sehingga mereka bisa meninggalkan dan menjauhinya.
Puasa mengajarnya dengan tarbiyah amaliah (pendidikan aplikatif) untuk sabar dalam meninggalkan maksiat dan melupakannya sampai dia bisa meninggalkannya secara keseluruhan. Pecandu rokok yang sulit meninggalkan kebiasaan jelek dengan mudah melalui puasa. Demikian juga semua perbuatan maksiat.
-
Mengalahkan nafsu yang banyak mengajak manusia kepada perbuatan jelek. Karena pada saat tidak berpuasa, nafsu bisa mengalahkan pemiliknya dan memaksanya menikmati hal-hal yang diharamkan. Ketika puasa datang, manusia bisa menahan nafsu dan membawa kepada al-haq.
-
Mempermudah pelakunya melakukan ketaatan.
Hal ini nampak berapa orang-orang yang berpuasa berlomba-lomba melakukan ketaatan yang mungkin saja mereka malas dan berat melakukannya pada waktu lain.
-
Melembutkan dan mempermudah hati berdzikir kepada Allah serta menghilangkan berbagai godaan di dalamnya.
-
Puasa adakalanya menanamkan hati seseorang hamba rasa cinta kepada ketaatan dan rasa benci kepada maksiat secara terus-menerus. Hal ini akan meluruskan pemahaman dan jalan hidupnya di dunia
Sumber : “Bimbingan Meraih Kemuliaan Ramadhan”, Mukhlish Zuhdy (penerjemah), Al-qowam, 2006
Download versi pdf artikel ini : Faidah-faidah Puasa.



Lewat Email