Wallpaper ‘Islam’

| Posted in Wallpaper |

0

by yahya

Theme : Al Qur’an

al_quran

Zakat dan Hukum-hukumnya

| Posted in Zakat |

0

Telah kita ketahui bahwa zakat adalah salah satu dari rukun-rukun islam, yaitu rukun islam yang ketiga setelah shalat. Banyak sekali ayat Al-Qur’an yang menggabungkan penyebutan zakat dengan shalat, terdapat pada sekitar 30 ayat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya zakat dan betapa agung kedudukannya. Di dalamnya terdapat maslahat yang besar, juga ancaman berupa adzab bagi yang enggan mengeluarkannya.

Maslahat Zakat.

Maslahat zakat yaitu :

Inti Ibadah

| Posted in Nasehat Ulama |

0

Oleh : Ibnu Qayyim Al Jauziyyah

ibnuqayyim_575

Inti ibadah terletak pada dua kaidah dasar, yakni hubbun kamil (kecintaan yang sempurna) dan dzullun taam (perasaan rendah secara sempurna).

Kedua asas tersebut tergantung kepada dua asas yang sebelumnya. Yakni

Hal-hal yang Merusak Puasa (3)

| Posted in Puasa |

0

Melanjutkan artikel sebelumnya.

Merusak Puasa4. Muntah

Yakni mengeluarkan makanan dan minuman yang berada di dalam lambung melalui mulut dengan sengaja. Berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam :

مَنِ اسْتَقَاء عَمَدًا فَلْيَقْضَ

Barangsiapa yang muntah dengan sengaja, hendaklah qadha puasanya.” (Hadist ini dihasankan oleh Tirmidzi, dan dia berkata : ahlu ilmi beramal dengannya)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiah Rahimahullah, berkata :

Hukum-hukum Mad (3)

| Posted in Al-Qur'an |

0

Sebelumnya….Hukum-hukum Mad (2)

8. Mad ‘Aridh li Al-Sukun

‘Aridh artinya : berhadapan

li Al-Sukun artinya : berhenti karena tanda sukun

Sehingga maksudnya adalah, dibaca panjang karena berhadapan dengan tanda sukun. Kapan dinamakan mad ‘Aridh li Al-Sukun? Apabila waqaf (berhenti) pada mad Tabi’i.

Mad Liin adalah bagian dari mad ‘aridh li al-sukun.

Contoh :

Tanda diberi Taufik

| Posted in Nasehat Ulama |

0

Oleh : Ibnu Qayyim Al Jauziyyah

ibnuqayyim_575

Sesungguhnya orang-orang bijak telah sepakat bahwa taufik berarti Allah tidak menelantarkan jiwamu, sedangkan khudzlan adalah Allah Ta’ala menyerahkan jiwamu kepada dirimu sendiri (menelantarkan jiwamu-Pent.). Maka barangsiapa yang dikehendaki Allah mendapat kebaikan, niscaya Allah membuka baginya perasaan hina di hadapan Allah, senantiasa bersandar kepada Allah, merasa butuh dengan-Nya, menyadari akan aib dan kebodohan dirinya, kedzaliman dan pembangkangannya. Dalam waktu yang bersamaan dia mengakui akan karunia Allah dan kebaikan-Nya, rahmat-Nya, wujud-Nya, Maha Kaya dan segala sifat-Nya yang terpuji.

Bahaya Ujub dan Ghurur

| Posted in Nasehat Ulama |

0

Oleh : Ibnu Qayyim Al Jauziyyah

ibnuqayyim_575

Adapun seseorang yang melakukan kebaikan lalu dengannya ia membangga-banggakan di hadapan Allah, berlaku takabbur dengannya, pamer, ujub dan membesar-besarkannya, dia berkata , “aku telah mengerjakan, aku telah mengerjakan” kemudian menyebabkan dirinya berbangga dan sombong, menonjolkan diri dan membesar-besarkan amalnya hingga akhirnya ia binasa karenanya. Jika Allah menghendaki orang ini baik, maka Allah akan memberikan bala’ (musibah/cobaan) kepadanya, dengan sesuatu yang akan menghancurkan kesombongannya, dan merasa hina di hadapan-Nya. Namun