Posted by Eko Setiawan | Posted in Nasehat Ulama | Posted on 10-10-2009
0
Oleh : Ibnu Qayyim Al Jauziyyah

Untuk memperjelas keterangan tersebut adalah sebagai berikut, sesungguhnya keburukan dan dosa adalah penyakit hati, sebagaimana demam atau luka adalah penyakit badan. Seorang yang sakit manakala sembuh dari sakitnya secara total maka kembalilah staminanya dan bahkan seakan ia tidak pernah lemah (sakit) sedikitpun.
Stamina (kekuatan) sebelum sakit adalah perumpamaan dari kebaikan, sedangkan sakit adalah sebagai perumpamaan dosa, kemudian sembuh dari sakit adalah
Posted by Eko Setiawan | Posted in Akidah | Posted on 09-10-2009
1

Dikatakan oleh Syaikh :
اﻷولىَ : العِلْمُ, وَهُوَ مَعْرِفَةُ اللَّهِ, وَمَعْرِفَةُنَبِيِّهِ, وَمَعْرِفَةُ دِيْنِ اﻹِْسْلَامِ بِاْﻷدِلَةِ
Pertama : Ilmu, yaitu Mengenal Allah, kemudian Mengenal Nabinya Shalallahu’alaihi Wasallam, kemudian Mengenal agama islam dengan dalil-dalilnya.
Masalah yang pertama adalah Al ‘ilm, ditafsirkan apa makna ilmu kata Syaikh adalah ada tiga, yaitu :
Posted by Eko Setiawan | Posted in Al-Qur'an | Posted on 08-10-2009
0
Hukum Ra (ر) secara garis besar terbagi ke dalam 5 (lima) keadaan :
-
Ra’ tipis
-
Ra’ tebal
-
Ra’ yang bisa dibaca tebal dan tipis, tetapi diutamakan dibaca tebal
-
Ra’ yang bisa dibaca tebal dan tipis, tetapi diutamakan dibaca tipis
Ra’ yang berharakat kasrah mutlak dibaca tipis, sebagaimana Ra’ berharakat dhammah dan fathah mutlak dibaca tebal, hal ini disebabkan karena tanda kasrah adalah identik dengan tipis, sebagaimana tanda dhammah dan fathah identik dengan tebal, namun yang kemudian dipermasalahkan adalah apabila Ra’ berharakat sukun, apakah dibaca tebal atau dibaca tipis?
Posted by Eko Setiawan | Posted in Nasehat Ulama | Posted on 06-10-2009
0
Oleh : Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Jika ditanyakan, “manakala ia kemudian bertaubat (dari sum’ah-menceritakan amalnya agar didengar dan mendapat pujianPent.) apakah pahala amalnya bisa kembali?
Menurut hemat saya (Ibnu Qayyim Al Jauziyyah Rahimahullah),
Posted by Eko Setiawan | Posted in Akidah | Posted on 05-10-2009
1

Kemudian beliau (Syaikh Muhammad At Tamimi) Rahimahullah berkata :
إعْلَمْ - رَحِمَكَ اللَّهُ
Ketahuilah mudah-mudahan Allah merahmatimu.
Disini beliau mulai dengan إعْلَمْ - “ketahuilah”, merupakan kebiasaan banyak pengarang buku adalah memulai dengan kata ini, yang dimaksudkan agar pembaca mempunyai perhatian terhadap apa yang akan disampaikan.
Posted by Eko Setiawan | Posted in Al-Qur'an | Posted on 04-10-2009
0
Al Qomariah
Berasal dari kata al qamar (القمر) artinya : bulan.
Huruf-huruf hijaiyah yang diawali oleh alif dan lam (ال) dalam satu kata, dimana huruf alif dan lam (ال) tersebut tetap dibaca, maka dinamakan huruf al qamariah. Sebagaimana pengucapan al qamar (alif dan lamnya dibaca).
Posted by Eko Setiawan | Posted in Nasehat Ulama | Posted on 03-10-2009
0
Oleh : Ibnu Qayyim Al Jauziyyah

Hal-hal yang dapat membatalkan amal dan merusaknya terlalu banyak untuk dibatasi, bukan persoalan bagaimana pelaksanaan amal, akan tetapi persoalannya adalah bagaimana seseorang menjaga amal dari apa-apa yang dapat merusak dan membatalkannya.