Posted by Eko Setiawan | Posted in Nasehat Ulama | Posted on 17-10-2009
0
Oleh : Ibnu Qayyim Al Jauziyyah

Posted by Eko Setiawan | Posted in Akidah | Posted on 16-10-2009
2

Kemudian Syaikh Rahimahullah menyebutkan masalah yang ketiga yaitu :
الثَّالِِثَةُ : الدَّعْوَةُإلَيْهِ
“Berdakwah kepadanya”
Yaitu mendakwahkan kepada ilmu tersebut atau bisa juga mendakwahkan kepada amalan setelah diilmuinya.
Posted by Eko Setiawan | Posted in Al-Qur'an | Posted on 15-10-2009
0
Pada artikel sebelumnya penulis menjanjikan akan memberikan latihan / murajaah, dikarenakan materi panduan praktis tajwid telah tuntas. Namun, karena ada satu hal yang penulis lupa dan ini sangat penting, ketika kita membaca Al Qur’an yaitu Tempat keluarnya Huruf dan Sifatnya.
Kenapa sangat penting ?
Posted by Eko Setiawan | Posted in Shalat | Posted on 14-10-2009
0

Sebelumnya, pembahasan tentang sifat shalat Nabi, tata cara pelaksanaan shalat sesuai tuntunan Nabi Shalallahu’alaihi Wasallam, adalah permasalahan yang luas, dan kadang menjadi titik perbedaan dan perselisihan diantara kita kaum muslimin.
Ini adalah tuntunan ringkas tentang tata cara shalat Nabi Shalallahu’alaihi Wasallam.
Pendahuluan
Beberapa perkara yang harus dipahami ketika mempelajari tata cara shalat Nabi shalallahu’alaihi wasallam :
Posted by Eko Setiawan | Posted in Nasehat Ulama | Posted on 13-10-2009
0
Oleh : Ibnu Qayyim Al Jauziyyah

Adapun indikasi mengagungkan (memperhatikan) larangan Allah Ta’ala adalah :
Posted by Eko Setiawan | Posted in Akidah | Posted on 12-10-2009
1

Kata Syaikh Muhammad At Tamimi Rahimahullah
الثَّانِيَةُ : الْعَمَلُ بِهِ
“Kedua : Beramal dengan ilmu tersebut.”
Setelah berilmu maka diharuskan mempelajari perkara yang kedua, yaitu mengamalkan ilmunya.
Ustadz memisalkan
Posted by Eko Setiawan | Posted in Al-Qur'an | Posted on 11-10-2009
0
Pertama
Al Qur’an Surat Ar Rum ayat ke-54 :
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ
Pada kata ضَعْفٍ (yang digaris bawah), dalam ayat tersebut disebut sebanyak tiga kali. Kata ضَعْفٍ boleh dibaca dengan fathah atau dhammah pada huruf dhodnya (ض).
Sehingga bisa dibaca