Posted by Eko Setiawan | Posted in Nasehat Ulama | Posted on 13-08-2009
0
Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz
Salah satu upaya untuk menjaga shalat Fajar tepat pada waktunya dan melaksanakannya secara berjamaah, maka hendaklah seseorang bersegera untuk tidur dan tidak begadang terlalu malam.
Adalah Nabi Shalallahu’alaihi Wasallam membenci tidur sebelum isyak dan ngobrol sesudahnya.
Disyariatkan bagi mukminin dan mukminat mencurahkan segala kemampuan untuk menjaga shalat agar tepat pada waktunya tidak begadang setelah isyak, karena hal itu terkadang menjadikan seseorang ketiduran –ketinggalan Shalat Fajar–.
Posted by Eko Setiawan | Posted in Puasa | Posted on 13-08-2009
0
Oleh : Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan
Ketahuilah diantara adab puasa yang penting adalah hendaknya seorang muslim berpuasa secara syar’i pada waktu yang telah ditentukan. Tidak boleh mendahului atau mengakhirkannya, tidak berpuasa sebelum jelas masuk bulan Ramadhan atau berbuka setelah Ramadhan usai. Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam bersabda :
“Apabila kalian melihat hilal (pada bulan Ramadhan) maka berpuasalah dan apabila melihatnya (pada bulan Syawal) maka berfitrilah.” (Muttafaq ‘alaihi).
Posted by Eko Setiawan | Posted in Puasa | Posted on 12-08-2009
0
Oleh : Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan
Saya wasiatkan kepada kalian dan kepada saya pribadi agar bertaqwa kepada Allah Ta’ala pada bulan ini (Ramadhan) dan pada bulan-bulan lainnya. Akan tetapi, bulan ini (Ramadhan) memiliki keistimewaan yang telah dikhususkan Allah baginya. Bulan Ramadhan adalah musimnya segala kebaikan. Sesungguhnya Nabi Shalalallahu’alaihi wasallam berdo’a kepada Allah agar bisa menjumpai bulan Ramadhan. Apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdo’a (yang artinya) :
“ Ya Allah berkahilan kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan temukanlah kami dengan Ramadhan.”
Posted by Eko Setiawan | Posted in Nasehat Ulama | Posted on 12-08-2009
0
Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman (yang artinya) :
“..Mereka menegakkan Shalat dan membayar zakat…” (At-Taubah : 71)
Demikianlah karakteristik mukminin dan mukminat, mereka selalu menegakkan shalat dan menjaga ketepatan waktunya. Bagi laki-laki melaksanakan shalat di masjid secara berjamaah bersama para jamah laki-laki lainnya. Mereka bergegas menuju masjid tatkala mendengar muadzin berseru : “Hayya ‘alash-shalaah Hayya ‘alal-falaah.“
Posted by Eko Setiawan | Posted in Puasa | Posted on 12-08-2009
0
Oleh : Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan.
Allah Ta’ala telah mengistimewakan bulan Ramadhan atas bulan-bulan lainnya dengan keutamaan-keutamaan besar. Dia telah mengistimewakan bulan ini dengan keistimewaan yang banyak sekali. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
“Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara al-haq dan al-batil). Karena itu barangsiapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari lain.” (Al-Baqarah : 185)
Pada ayat ini Allah Ta’ala menyebutkan dua keistimewaan bulan Ramadhan yang besar, yaitu:
Posted by Eko Setiawan | Posted in Nasehat Ulama | Posted on 11-08-2009
0
Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz
Allah berfirman (yang artinya):
“…mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar,…” (At-Taubah : 71)
Inilah kewajiban yang besar yang di dalamnya ada kebaikan bagi umat, kemenangan bagi agama dan terhindarnya sebab-sebab kebinasaan, kemaksiatan dan kejahatan.
Sudah selayaknya bagi mukminin dan mukminat untuk amar ma’ruf nahi mungkar. Seorang mukmin tidak akan berdiam diri melihat kemungkaran yang terjadi pada saudaranya, pastilah ia berusaha untuk mencegahnya. Apabila melihat pada diri
Posted by Eko Setiawan | Posted in Puasa | Posted on 11-08-2009
0
Oleh : Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan
Puasa adalah salah satu ibadah yang paling banyak manfaatnya serta paling berpengaruh dalam membersihkan jiwa dan mengukir akhlak. Puasa memiliki faidah-faidah yang besar di antaranya adalah :
-
Cara untuk menanam benih-benih ketakwaan kepada Allah di dalam hati sekaligus menahan anggota badan dari perbuatan-perbuatan yang di haramkan. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :