Posted by Eko Setiawan | Posted in Puasa | Posted on 16-08-2009
0
Oleh : Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan
Kami akan menjelaskan tentang orang-orang yang dibolehkan tidak berpuasa pada bulan Ramadhan dan apa yang harus mereka lakukan. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. Yaitu hari-hari yang terhitung. Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan maka dia wajib menggantikannya pada hari-hari yang lain. Dan orang-orang yang berat menjalankannya hendaklah membayar fidyah yaitu memberi makan seorang miskin.” (Al-Baqarah : 183-184)
Posted by Eko Setiawan | Posted in Puasa | Posted on 14-08-2009
0
Oleh : Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan
Ketahuilah –semoga Allah memberikan taufik kepada saya dan kalian– bahwasanya puasa Ramadhan termasuk kewajiban dalam Islam yang paling agung.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa.” (Al-Baqarah : 183)
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
Posted by Eko Setiawan | Posted in Puasa | Posted on 14-08-2009
0
Oleh : Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan
Ketahuilah bahwa niat berpuasa adalah suatu keharusan dan syarat sahnya puasa sebagaimana itu juga merupakan syarat sahnya setiap ibadah. Berdasar hadist Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam (yang artinya) :
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan memperoleh sesuai dengan apa yang diniatkan…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Posted by Eko Setiawan | Posted in Puasa | Posted on 13-08-2009
0
Oleh : Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan
Ketahuilah bahwasanya puasa mempunyai adab-adab yang wajib dijaga dan dilaksanakan agar ia berjalan sesuai dengan syariat, sehingga manfaat dan tujuannya bisa tercapai dan pelakunya pun tidak sekedar mendapatkan capek tanpa faidah padanya. Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam :
“Hampir-hampir orang yang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga.”
Puasa tidak sekedar meninggalkan makan dan minum saja, tetapi juga harus meninggalkan perkataan dan perbuatan yang diharamkan dan dimakruhkan.
Posted by Eko Setiawan | Posted in Puasa | Posted on 13-08-2009
0
Oleh : Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan
Ketahuilah diantara adab puasa yang penting adalah hendaknya seorang muslim berpuasa secara syar’i pada waktu yang telah ditentukan. Tidak boleh mendahului atau mengakhirkannya, tidak berpuasa sebelum jelas masuk bulan Ramadhan atau berbuka setelah Ramadhan usai. Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam bersabda :
“Apabila kalian melihat hilal (pada bulan Ramadhan) maka berpuasalah dan apabila melihatnya (pada bulan Syawal) maka berfitrilah.” (Muttafaq ‘alaihi).
Posted by Eko Setiawan | Posted in Puasa | Posted on 12-08-2009
0
Oleh : Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan
Saya wasiatkan kepada kalian dan kepada saya pribadi agar bertaqwa kepada Allah Ta’ala pada bulan ini (Ramadhan) dan pada bulan-bulan lainnya. Akan tetapi, bulan ini (Ramadhan) memiliki keistimewaan yang telah dikhususkan Allah baginya. Bulan Ramadhan adalah musimnya segala kebaikan. Sesungguhnya Nabi Shalalallahu’alaihi wasallam berdo’a kepada Allah agar bisa menjumpai bulan Ramadhan. Apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdo’a (yang artinya) :
“ Ya Allah berkahilan kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan temukanlah kami dengan Ramadhan.”
Posted by Eko Setiawan | Posted in Puasa | Posted on 12-08-2009
0
Oleh : Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan.
Allah Ta’ala telah mengistimewakan bulan Ramadhan atas bulan-bulan lainnya dengan keutamaan-keutamaan besar. Dia telah mengistimewakan bulan ini dengan keistimewaan yang banyak sekali. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
“Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara al-haq dan al-batil). Karena itu barangsiapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari lain.” (Al-Baqarah : 185)
Pada ayat ini Allah Ta’ala menyebutkan dua keistimewaan bulan Ramadhan yang besar, yaitu: