Posted by Eko Setiawan | Posted in Al-Qur'an | Posted on 22-10-2009
0
Pada materi sebelumnya telah dibahas Makhraj (tempat keluarnya huruf) dari rongga mulut (اَلْخَوْفُ) dan tenggorokan (اَلْحَلْقُ).
3- Al Lisaan – اللِّسَانُ, huruf-huruf yang keluar dari lidah sebagai berikut :
ت – ث – ج - د – ذ – ر – ز – س – ش – ص – ض – ط – ظ – ل – ن - ي
(ada 15 huruf)
- ق keluar dari pangkal lidah (dekat tenggorokan) dengan mengangkatnya ke atas langit-langit.
Perhatikan pada gambar :
Posted by Eko Setiawan | Posted in Al-Qur'an | Posted on 18-10-2009
0
1- Al Jaufu – الْجَوْفُؤ , yang keluar dari rongga mulut, adalah huruf-huruf (ا – و – ي)
Contoh : نُوْحِيْهَا
-
نُوْ - nuuw, Pengucapannya dengan memonyongkan dua bibir
-
حِيْ - khiiy, Pengucapannya dengan menurunkan dua bibir bagian bawah
-
هَا - haa, Pengucapannya dengan membuka mulut
2- Al Khalqu – الْحَلْقُ,
Posted by Eko Setiawan | Posted in Al-Qur'an | Posted on 15-10-2009
0
Pada artikel sebelumnya penulis menjanjikan akan memberikan latihan / murajaah, dikarenakan materi panduan praktis tajwid telah tuntas. Namun, karena ada satu hal yang penulis lupa dan ini sangat penting, ketika kita membaca Al Qur’an yaitu Tempat keluarnya Huruf dan Sifatnya.
Kenapa sangat penting ?
Posted by Eko Setiawan | Posted in Al-Qur'an | Posted on 11-10-2009
0
Pertama
Al Qur’an Surat Ar Rum ayat ke-54 :
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ
Pada kata ضَعْفٍ (yang digaris bawah), dalam ayat tersebut disebut sebanyak tiga kali. Kata ضَعْفٍ boleh dibaca dengan fathah atau dhammah pada huruf dhodnya (ض).
Sehingga bisa dibaca
Posted by Eko Setiawan | Posted in Al-Qur'an | Posted on 08-10-2009
0
Hukum Ra (ر) secara garis besar terbagi ke dalam 5 (lima) keadaan :
-
Ra’ tipis
-
Ra’ tebal
-
Ra’ yang bisa dibaca tebal dan tipis, tetapi diutamakan dibaca tebal
-
Ra’ yang bisa dibaca tebal dan tipis, tetapi diutamakan dibaca tipis
Ra’ yang berharakat kasrah mutlak dibaca tipis, sebagaimana Ra’ berharakat dhammah dan fathah mutlak dibaca tebal, hal ini disebabkan karena tanda kasrah adalah identik dengan tipis, sebagaimana tanda dhammah dan fathah identik dengan tebal, namun yang kemudian dipermasalahkan adalah apabila Ra’ berharakat sukun, apakah dibaca tebal atau dibaca tipis?
Posted by Eko Setiawan | Posted in Al-Qur'an | Posted on 04-10-2009
0
Al Qomariah
Berasal dari kata al qamar (القمر) artinya : bulan.
Huruf-huruf hijaiyah yang diawali oleh alif dan lam (ال) dalam satu kata, dimana huruf alif dan lam (ال) tersebut tetap dibaca, maka dinamakan huruf al qamariah. Sebagaimana pengucapan al qamar (alif dan lamnya dibaca).
Posted by Eko Setiawan | Posted in Al-Qur'an | Posted on 01-10-2009
2
Hukum mim sukun terbagi tiga, yaitu :
-
Al Idgham Al Mimi
-
Al Ikhfa’
-
Al Izhar
Berikut ini penjelasannya :