Posted by Eko Setiawan | Posted in Akidah | Posted on 23-10-2009
1

Maka setelah selesai menyebutkan 4 masalah diatas, yaitu :
-
Ilmu
-
Beramal dengan ilmu
-
Berdakwah dengan ilmu dan berdakwah atas amal yang telah diilmuinya
-
Bersabar dari gangguan di atasnya
Syaikh Rahimahullahu Ta’ala menyebutkan dalilnya.
Kata beliau Syaikh Muhammad At Tamimi Rahimahullah :
Posted by Eko Setiawan | Posted in Akidah | Posted on 19-10-2009
1

Berkata Syaikh Muhammad At Tamimi Rahimahullah :
الرَّا بِعَةُ : الصَّبْرُ عَلَى اﻷْدَى فِيْهِ
Keempat : Bersabar di atas gangguan di dalamnya (di jalan Allah Subhanahu Wata’ala)
Bersabar adalah mengungkung jiwa, menahan diri dari marah, mengeluh pada apa-apa yang menimpanya dari gangguan di jalan Allah Subhanahu Wata’ala.
Posted by Eko Setiawan | Posted in Akidah | Posted on 16-10-2009
2

Kemudian Syaikh Rahimahullah menyebutkan masalah yang ketiga yaitu :
الثَّالِِثَةُ : الدَّعْوَةُإلَيْهِ
“Berdakwah kepadanya”
Yaitu mendakwahkan kepada ilmu tersebut atau bisa juga mendakwahkan kepada amalan setelah diilmuinya.
Posted by Eko Setiawan | Posted in Akidah | Posted on 12-10-2009
1

Kata Syaikh Muhammad At Tamimi Rahimahullah
الثَّانِيَةُ : الْعَمَلُ بِهِ
“Kedua : Beramal dengan ilmu tersebut.”
Setelah berilmu maka diharuskan mempelajari perkara yang kedua, yaitu mengamalkan ilmunya.
Ustadz memisalkan
Posted by Eko Setiawan | Posted in Akidah | Posted on 09-10-2009
1

Dikatakan oleh Syaikh :
اﻷولىَ : العِلْمُ, وَهُوَ مَعْرِفَةُ اللَّهِ, وَمَعْرِفَةُنَبِيِّهِ, وَمَعْرِفَةُ دِيْنِ اﻹِْسْلَامِ بِاْﻷدِلَةِ
Pertama : Ilmu, yaitu Mengenal Allah, kemudian Mengenal Nabinya Shalallahu’alaihi Wasallam, kemudian Mengenal agama islam dengan dalil-dalilnya.
Masalah yang pertama adalah Al ‘ilm, ditafsirkan apa makna ilmu kata Syaikh adalah ada tiga, yaitu :
Posted by Eko Setiawan | Posted in Akidah | Posted on 05-10-2009
1

Kemudian beliau (Syaikh Muhammad At Tamimi) Rahimahullah berkata :
إعْلَمْ - رَحِمَكَ اللَّهُ
Ketahuilah mudah-mudahan Allah merahmatimu.
Disini beliau mulai dengan إعْلَمْ - “ketahuilah”, merupakan kebiasaan banyak pengarang buku adalah memulai dengan kata ini, yang dimaksudkan agar pembaca mempunyai perhatian terhadap apa yang akan disampaikan.
Posted by Eko Setiawan | Posted in Akidah | Posted on 02-10-2009
0

Dikatakan oleh Syaikh Muhammad At Tamimi Rahimahullah :
بِسْمِ اللَّهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ
Dengan nama Allah Ar Rahman-yang Maha Pengasih dan Ar Rahim-lagi Maha Penyayang, bismillahirrahmanirrahim ini kalimat yang beliau mulai pada pembukaan kitab tsalasatul ushul. Dan kalimat ini -basmallah- oleh banyak ulama dianggap cukup dalam membuka dan mendahului sebuah kitab. Seperti halnya kitab Shahih Bukhari, Shahih Muslim dan lainnya dimulai dengan bismillahirrahmanirrahim, dan itu cukup sebagai pendahuluan.