Perebutan Antara Kebaikan dan Keburukan

| Posted in Nasehat Ulama |

0

Oleh : Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

ibnuqayyim_575

Jika ditanyakan, “manakala ia kemudian bertaubat (dari sum’ah-menceritakan amalnya agar didengar dan mendapat pujianPent.) apakah pahala amalnya bisa kembali?

Menurut hemat saya (Ibnu Qayyim Al Jauziyyah Rahimahullah), -wallahu a’lam- bahwa kebaikan itu berhadap-hadapan dan berebut dengan keburukan. Sehingga mana yang menang itulah yang akan menguasai dan akan mengusir yang kalah. Hingga seakan-akan yang kalah tersebut tidak pernah ada. Jika kebaikan hamba yang lebih dominan, maka banyaknya kebaikan akan mampu mengusir keburukannya. Jika seseorang bertaubat dari kejahatan, lalu dengan taubat tersebut mendatangkan kebaikan yang banyak, selagi dia bertekad untuk bertaubat dan sah taubatnya, muncul dari hatinya yang paling dalam, maka hal itu akan membakar keburukan-keburukan yang telah lampau. Bahkan seakan keburukan tersebut tidak pernah ada, karena orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak pernah melakukan dosa.

Nb : Ini adalah artikel berseri Pilihan Mutiara Nasehat Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, yang insyaAllah akan kami sajikan setiap hari Selasa dan Sabtu. Anda bisa melihat isi materinya pada artikel pendahuluan berikut.

Anda juga bisa memanfaatkan RSS Feed kami untuk mendapatkan artikel-artkel terbaru pada blog ini.

Jazakumullahu khair

Artikel Terkait :

Bookmark and Share

Post a comment