Nikmat dibukanya Pintu Taubat
| Posted in Nasehat Ulama | Posted on 01-09-2009
0
Oleh : Ibnu Qayyim Al Jauziyyah

Taubat adalah penyesalan. Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya maka akan dibukakan baginya pintu-pintu taubat, penyesalan dan kekecewaan, merasa hina dihadapan Allah, fakir dihadapan-Nya, memohon pertolongan-Nya, tulus kembali kepada-Nya, berdo’a, taqarrub kepada-Nya dengan segala kebaikan semaksimal mungkin yang dapat ia kerjakan, hingga keburukan yang telah ia kerjakan menjadi sebab baginya untuk mendapatkan Rahmat (karena ia mau bertaubat).
Sampai-sampai musuh Allah (syetan) berkata, “duhai seandainya dahulu aku tidak menggodanya dan menjerumuskannya ke dalam dosa..!”
Inilah maksud perkataan sebagian salaf, “Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbuat dosa namun ia masuk jannah karenanya, dan ada seorang hamba yang berbuat baik namun ia masuk neraka karenanya.” Orang-orang bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Beliau menjawab, “Seorang hamba melakukan dosa namun kemudian meneteslah air matanya karena takut, khawatir, menangis karena menyesal dan malu kepada Allah Ta’ala. Dia menundukkan kepalanya di hadapan Allah, seakan hatinya pecah, hingga dosa yang dia kerjakan menjadi sebab baginya untuk mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan. Sehingga dosa yang ia kerjakan (lalu dia bertaubat) itu lebih bermanfaat baginya. Maka dosa tersebut menjadi sebab baginya untuk masuk jannah.”
Nb : Ini adalah artikel berseri “Pilihan Mutiara Nasehat Ibnu Qayyim Al-Jauziyah”, yang insyaAllah akan kami sajikan setiap hari Selasa dan Sabtu. Anda bisa melihat isi materinya pada artikel pendahuluan berikut.
Anda juga bisa memanfaatkan RSS Feed kami untuk mendapatkan artikel-artkel terbaru pada blog ini.
Jazakumullahu khair.



Lewat Email