Nasehat Syaikh Abdul Aziz Bin Baaz Untuk Ikhwan dan Akhwat (1)

| Posted in Nasehat Ulama |

0

Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz

nasehat 1Inilah nasehatku kepada ikhwan dan akhwat fillah pada khususnya, dan kepada seluruh manusia pada umumnya. Inilah nasehatku buat kalian dan juga buat diriku sendiri. Yaitu; hendaklah kita senantiasa memperhatikan Al-Qur’an, merenungi makna-maknanya, menghafalnya di luar kepala, tamak untuk terus menerus membacanya, sesekali membaca dengan cara melihat pada mushaf, kali lain membaca dengan hafalan tanpa melihat mushaf. Manakala pembaca Al-Qur’an tergolong yang sudah hafal maka ditindaklanjuti dengan merenungi, memikirkan, dan mencari faedah dari apa yang dibaca. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah (yang artinya):

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepada-mu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (Shad : 29)

Adapun pelaksanaannya yaitu dengan pengamalan, pemahaman dan pendalaman. Allah Ta’ala telah menurunkan Al-Qur’an ini untuk diamalkan, dikaji dan didalami. Allah berfirman (yang artinya):

Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat.” (Al-An’am : 155)

Al-Qur’an ini diturunkan untuk diamalkan dan diikuti. Tidak semata-mata hanya untuk dibaca dan dihafal. Karena menghafal dan membaca itu sekedar perantara saja. Adapun yang dimaksudkan adalah memahami kitab dan sunnah disertai dengan keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya dan melaksanakan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya. Hal itu terkumpul dalam perintah Allah Ta’ala di dalam surat At-Taubah : 71, (yang artinya) :

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunuaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi Rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (At-Taubah : 71)

Ayat ini merupakan kumpulan dari ayat-ayat yang secara menyeluruh menjelaskan sifat-sifat mukmin dan mukminat dan akhlaknya yang agung serta apa-apa yang diwajibkan atas mereka. Maka firman Alla Ta’ala (yang artinya):

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain.” (At-Taubah : 71)

Ayat ini menunjukkan bahwa sesungguhnya mukminin dan mukminat, mereka itu adalah saling menjadi wali satu sama lain, mereka memberi nasehat dan saling mencintai karena Allah dan saling berwasiat tentang kebenaran dan kesabaran dan saling tolong menolong dalam kebajikan dan taqwa. Demikianlah sifat mukminin dan mukminat.

Seorang mukmin menjadi wali atas saudaranya fillah, yang laki-laki dan yang perempuan. Seorang mukminat menjadi wali bagi saudaranya fillah, baik yang laki-laki dan yang perempuan. Masing-masing diantara mereka merasa senang terhadap kebaikan (yang diperoleh) saudaranya. Mereka mendo’akan kebaikannya, turut bahagia atas keistiqomahan saudaranya dan mencegah keburukan yang akan menimpanya, tidak melakukan ghibah padanya, tidak berbicara yang dapat menjatuhkan kehormatannya, tidak mengadu domba, tidak memberikan persaksian palsu atasnya dan tidak memakinya, serta tidak memanggilnya dengan panggilan bathil. Demikianlha akhlak mukminin dan mukminat.

Manakala kau dapatkan dirimu menyakiti saudaramu fillah baik laki-laki atau perempuan misalkan dengan mengghibah, mencela, mengadu domba atau mendustainya dan lain semisalnya, ketahuilah bahwa keimananmu kurang atau engkau adalah orang yang lemah iman. Seandainya keimananmu itu benar-benar lurus lagi sempurna, niscaya kamu tidak akan mendhalimi saudaramu atau melakukan ghibah dan adu domba, atau memanggilnya dengan panggilan – panggilan bathil, atau memberikan persaksian palsu dan sumpah palsu atau mencacinya dan semisalnya. Maka keimanan kepada Allah, dan Rasul-Nya, taqwa kepada Allah, kebaikan dan hidayah, kesemuanya itu mencegah seseorang melakukan tindakan yang menyakitkan saudaranya fillah baik laki-laki atau perempuan. Mereka dilarang melakukan ghibah, cacian, kedustaan, memanggil dengan sebutan yang bathil, mempersaksikan dengan kedustaan dan berbagi macam tindak kezhaliman. Keimanan seseorang yang benar, merintangi dan menghalangi untuk berbuat berbagi tindakan yang menyakitkan saudaranya.

Sumber : “Akhlak Salaf Mukmin dan Mukminat”, Ihsan (penerjemah), Pustaka At-Tibyan, 2000

Download versi pdf artikel ini : Nasehat Syaikh bin Baaz.

Artikel Terkait :

Bookmark and Share

Post a comment