Mengagungkan Perintah Shalat
| Posted in Nasehat Ulama | Posted on 22-09-2009
0
Oleh : Ibnu Qayyim Al Jauziyyah

Sebagaimana orang yang kecewa manakala kehilangan shalat berjamaah, dia menyadari bahwa ketika dia shalat sendirian maka ia kehilangan 27 derajat (pahala). Demikian halnya jika ia tidak dapat mengerjakan di awal waktu yang diridhai oleh Allah Ta’ala, atau tidak berada di shaff terdepan yang disanalah Allah mengucapkan shalawat atasnya dan malaikat berada di sebelah kanannya. Sekiranya seorang hamba mengetahui fadhilahnya, niscaya dia akan berebut dan berundi untuk mendapatkan shaff terdepan.
Begitu pula dengan orang yang kehilangan rasa khusyuk tatkala shalat dan kehadiran hati tatkala berdiri dihadapan Allah Ta’ala. Karena khusyuk adalah ruh dan inti shalat. Shalat tanpa disertai khusyuk dan hadirnya hati, laksana jasad yang mati tak bernyawa.. Bukankah seseorang merasa malu manakala memberikan hadiah kepada orang lain yang setara dengannya berupa budak yang telah mati atau jariyah yang telah menjadi mayit? Lantas bagaimana halnya jika ia memberikan hadiah seperti ini kepada raja, pemimpin dan semisalnya? Begitu pula, shalat yang tak disertai khusyuk, kehadiran hati dan membulatkan harapannya kepada Allah Ta’ala laksana seorang budak yang telah menjadi mayit kemudian dihadiahkan kepada seorang raja. Oleh karena itulah Allah tidak menerima shalatnya. Kendati telah gugur kewajibannya di dunia, namun ia tidak mendapatkan pahala karenanya. Karena tiada pahala shalat bagi seorang hamba melainkan tatkala dia berakal (memikirkan), sebagaimana yang disebutkan dalam kitab-kitab As-Sunan dan Musnad Imam Ahmad dari Nabi Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda (yang artinya) :
“Sesungguhny seorang hamba melakukan shalat, namun tidak dicatat pahala baginya melainkan hanya separuhnya, atau sepertiganya, seperempatnya, seperlimanya…hingga sepersepuluhnya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Nb : Ini adalah artikel berseri “Pilihan Mutiara Nasehat Ibnu Qayyim Al-Jauziyah”, yang insyaAllah akan kami sajikan setiap hari Selasa dan Sabtu. Anda bisa melihat isi materinya pada artikel pendahuluan berikut.
Anda juga bisa memanfaatkan RSS Feed kami untuk mendapatkan artikel-artkel terbaru pada blog ini.
Jazakumullahu khair



Lewat Email