Keutamaan Lailatul Qadar
| Posted in Nasehat Ulama, Puasa | Posted on 14-09-2009
0

Allah Ta’ala berfirman :
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ [٣] فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ [٤] ش
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala sesuatu yang penuh hikmah.” (Ad Dukhan : 3-4)
Allah Ta’ala berfirman :
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ [١] وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ [٢] لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ [٣] تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ [٤] سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ [٥] ش
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar). Dan tahukah kamu apakah Lailatu Qadar itu? Malam itu lebih baik dari 1000 bulan. Pada malam itu malaikat-malaikat dan malaikat Jibril turun dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala sesuatu. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbitnya fajar.” (Al Qadar : 1-5)
Sebab Keutamannya.
Allah Ta’ala mengabarkan bahwasanya malam itu lebih baik dari 1000 bulan. Malam itu dinamakan Lailatul Qadar karena pada malam itu ditentukan segala sesuatu yang akan terjadi pada tahun itu. Hal ini berdasar firman Allah Ta’ala :
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (Ad Dukhan : 4)
Ini merupakan takdir sanawi (ketentuan yang berlangsung setiap tahun) yang merupakan takdir yang bersifat khusus.
Ada juga yang mengatakan bahwasanya dinamakan Lailatul Qadar karena keagungan dan kemuliaannya.
Firman Allah Ta’ala : “Lebih baik dari 1000 bulan”, Maknanya adalah qiyamul lail dan amalan-amalan yang dilakukan pada malam itu lebih baik dari amal yang dilakukan selama 1000 bulan.
Waktu terjadinya.
Malam itu terjadinya pada bulan Ramadhan, berdasar firman Allah Ta’ala :
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ ش
“Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang haq dan yang bathil.” (Al Baqarah :185)
Diharapkan terjadinya malam itu pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, berdasar sabda Nabi Shalallahu’alaihi Wasallam :
تَحَرُّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ اْﻷوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah malam Lailatul Qadar itu pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.” (Muttafaq Alaih)
Mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil adalah lebih besar peluang untuk mendapatkannya, berdasar sabda Nabi Shalallahu’alaihi Wasallam :
أطْلُبُوْ هَا فِى الْعَشْرِاْﻷوَاخِرِ فِى ثَلاَثٍ يَبْقَيْنَ أوْ سَبْعٍ يَبْقَيْنَ أوْ تِسْعٍ يَبْقَيْنَ
“Carilah malam itu pada 10 hari terakhir, yaitu pada waktu tinggal 3 hari, 7 hari, atau 9 hari.”
Dan malam ke-27 adalah malam yang diharapkan terjadinya Lailatul Qadar tersebut. Hal ini berdasar ucapan para Sahabat Radiyallahu’anhum yang menyatakan bahwasanya malam itu terjadi pada pada malam ke-27. Diantara mereka adalah Ibnu Abas, Ubay bin Ka’ab dan lainnya.
Hikmah disembunyikan waktunya.
Hikmah terselubungnya malam ini adalah agar kaum muslimin bersungguh-sungguh melakukan ibadah setiap malam pada 10 hari terakhir. Hal ini seperti terselubungnya waktu do’a yang mustajab pada hari Jum’at, yakni agar seorang muslim bersungguh-sungguh pada hari itu.
Amalan yang disunnahkan.
Disunnahkan bagi seorang muslim untuk memperbanyak do’a, karena do’a yang dilakukan pada malam itu mustajab. Hendaknya dia berdo’a dengan do’a yang telah diberitakan dari ‘Aisyah Radiyallahu’anha :”’Kalau saya menjumpainya (Lailatul Qadar), maka dengan apa saya berdo’a?’ Nabi Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda : ‘Ucapkan :
اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفْوَ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau suka memberi ampunan, maka ampunilah saya.’” (Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah).
Hendaknya kita meningkatkan ibadah pada setiap malam dibulan Ramadhan terutaman pada 10 hari terakhir untuk mencari Lailatul Qadar tersebut. Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda :
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَلَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berdiri qiyamul lail pada Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Bersungguh-sungguhlah beramal pada malam-malam yang penuh berkah ini dengan melakukan shalat, do’a, istigfar, membaca Al Qur’an dan amalan-amalan shalih lainnya. Karena malam itu kesempatan emas dalam hidup kita dan kesempatan itu tidak selalu datang. Dan Allah Ta’ala mengabarkan bahwasanya malam itu lebih baik dari 1000 bulan. 1000 bulan itu nilainya lebih dari 80 tahun. Itu merupakan umur yang panjang kalau seandainya digunakan untuk ketaatan kepada Allah, sementara satu malam (Lailatul Qadar) lebih baik dari semua itu. Ini merupakan keutamaan yang besar. Apabila seorang muslim sungguh-sungguh beribadah pada setiap malam bulan Ramadhan, maka dia sungguh akan menjumpai malam itu dan diharapkan mendapatkan keutamaannya.
Keutamaan manakah yang lebih besar dari yang diberikan kepada orang yang diberi Taufik oleh Allah Ta’ala. Berusahalah dalam mencarinya dan bersungguh-sungguhlah dalam beramal shalih, bertaubatlah kepada Allah, mintalah ampun kepada-Nya karena pintu taubat telah dibuka. Dia menyeru kita untuk memasukinya dan memberikan kita musim-musim kebaikan yang dilipatgandakan kebaikan-keabaikannya dan dihapus kejelekan-kejelekannya. Maka ambillah jalan itu, jalan yang bisa menyelamatkan diri kita.
Sumber : Syaikh Sholih bin Fauzan Al Fauzan, “Bimbingan Meraih Kemuliaan Ramadhan”, Mukhlish Zuhdy (penerjemah), Al Qowam, 2006
Download versi PDF artikel ini : Keutamaan Lailatul Qadar.



Lewat Email