Godaan Syetan
| Posted in Nasehat Ulama | Posted on 29-08-2009
0
Oleh : Ibnu Qayyim Al Jauziyyah

Mereka itulah hamba-hamba-Nya yang tiada kekuatan bagi musuh untuk menguasainya. Allah Ta’ala berfirman :
إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ
“Sesungguhnya hamba-hambaKu tidak ada kekuasaan bagimu (iblis) terhadap mereka.” (Al-Hijr : 42)
Karena musuh Allah Iblis mengetahui bahwa Allah Ta’ala tidak akan menyerahkan hamba-Nya kepadanya, dan tidak akan memberikan kekuatan untuk menguasai mereka, maka iblis berkata :
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (٨٢) إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (٨٣)٨٣﴾
“Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.” (Shaad : 82-83)
Dan Allah Ta’ala berfirman :
وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ إِبْلِيسُ ظَنَّهُ فَاتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِين (٢٠) وَمَا كَانَ لَهُ عَلَيْهِمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يُؤْمِنُ بِالْآخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِي شَكٍّ ۗ (٢١)﴿٢١﴾
“Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaanya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman. Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dan siapa yang ragu-ragu tentang itu.” (Saba’ : 20-21)
Allah tidak akan memberikan jalan bagi musuh-musuh-Nya menguasai hamba-hamba-Nya yang beriman, karena mereka berada dalam pemeliharaan, perlindungan dan penjagaan-Nya. Jika musuh mampu memangsa salah satu di antara hamba-Nya,maka hal itu seperti layaknya pencuri menyergap seseorang yang lengah, hal ini adalah perkara yang wajar. Karena seorang hamba terkadang terjerumus ke dalam kelalaian, syahwat dan marah. Syetan masuk melalui tiga pintu tersebut, kendati seorang hamba telah berjaga-jaga, namun ada saat di mana ia lengah, mengikuti syahwat dan marah. Adam, nenek moyang manusia adalah makhluk yang paling lembut, paling cemerlang akalnya dan paling kokoh, namun demikian musuh Allah berhasil pula menjerumuskan ke tempat yang dia kehendaki. Lantas bagaimana pendapat anda terhadap seseorang yang tingkat akalnya dibandingkan Adam laksana buih dalam lautan?
Nb : Ini adalah artikel berseri “Pilihan Mutiara Nasehat Ibnu Qayyim Al-Jauziyah”, yang insyaAllah akan kami sajikan setiap hari Selasa dan Sabtu. Anda bisa melihat isi materinya pada artikel pendahuluan berikut.
Anda juga bisa memanfaatkan RSS Feed kami untuk mendapatkan artikel-artkel terbaru pada blog ini.
Jazakumullahu khair.



Lewat Email