Materi Susulan/Istidrak

| Posted in Al-Qur'an |

0

Pertama

Al Qur’an Surat Ar Rum ayat ke-54 :

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

Pada kata ضَعْفٍ (yang digaris bawah), dalam ayat tersebut disebut sebanyak tiga kali. Kata ضَعْفٍ boleh dibaca dengan fathah atau dhammah pada huruf dhodnya (ض).

Sehingga bisa dibaca ضَعْفٍ atau ضُعْفٍ.

Kedua

Al Qur’an Surat Hud ayat ke-4 :

وَقَالَ ارْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا ۚ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Pada kata مَجْرَاهَا (yang digaris bawah), cara membacanya dengan imalah yaitu huruf Ra’ yang berharakat fathah (مَجْرَاهَا) dibaca dengan bunyi E (Majreeha), sebagaimana bila menyebut kata tape.

Ketiga

Al Qur’an Surat Al Hujurat ayat ke-11 :

بِئْسَ اْﻹسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ

Pada kata اْﻹسْمُ (yang digaris bawah), cara membacanya dengan menaqal, yaitu memindahkan tanda harakat hamzah yang kasrah ke huruf lam, yang sebelumnya berharakat sukun. Bacanya اْﻹسْمُ adalah lismu bukan al ismu

Sehingga :

  • بِئْسَ اْﻹسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ : dibaca bi’salismul fusuuqu ba’dal iyyman

Keempat

Terdapat lima saktah dalam Al Qur’an, saktah yaitu yang dibaca dengan berhenti tanpa nafas. Adalah :

1. عِوَجًا ۜ قَيِّمًا terdapat dalam surat Al Kahfi ayat ke -1 dan 2.

2.مَرْقَدِنَا ۜ ۗ هَٰذَا terdapat dalam surat Yaseen ayat ke-52.

3. مَنْ ۜ رَاقٍ terdapat dalam surat Al Qiyamah ayat ke-27.

4. بَلْ ۜ رَانَ terdapat dalam surat Al Muthaffiffin ayat ke-14.

5. مَالِيَهْ ۜهَلَكَ terdapat dalam surat Al Haaqqah ayat ke-28 dan 29.

Perhatikan pada masing-masing contoh diatas, terdapat huruf sin (س) sebagai pemisah dua kata tersebut. Sin merupakan singkatan dari سكتةsaktah.

Cara membacanya yaitu, berhenti di tanda saktah tanpa nafas dan melanjutkan membaca kata setelahnya. Sehingga :

  • عِوَجًا ۜ قَيِّمًا : dibaca …‘iwajaa (berhenti tanpa nafas) qayyima

  • مَرْقَدِنَا ۜ ۗ هَٰذَا : dibaca … marqadinaa (berhenti tanpa nafas) haadzaa

  • مَنْ ۜ رَاقٍ : dibaca …man (berhenti tanpa nafas) raaq

  • بَلْ ۜ رَانَ : dibaca bal (berhenti tanpa nafas) raa na

  • مَالِيَهْ ۜهَلَكَ : dibaca maaliyah (berhenti tanpa nafas) halaka

Kelima

Behenti pada Mad atau Mad yang setelahnya tidak ada huruf lagi maka cara membacanya dibaca panjang hanya 2 harakat.

Contoh :

  • قَوْﻻً شَدِيدًا : dibaca qaulan (ikhfa’) tsyadiiydaa (panjang 2 harakat)

  • مُوْسَى : dibaca muusaa (panjang 2 harakat)

Alhamdulillah materi Panduan Praktis Belajar Tajwid telah selesai, InsyaAllah selanjutnya akan ada murajaah (mengulang kembali) materi-materi sebelumnya. Murajaah nanti berupa pertanyaan-pertanyaan dari ayat-ayat Al Qur’an.

Nb : Ini adalah artikel berseri Panduan Praktis Belajar Tajwid, yang insyaAllah akan kami sajikan setiap hari Kamis dan Ahad. Anda bisa melihat isi materinya pada artikel pendahuluan berikut.

Anda bisa memanfaatkan RSS Feed kami atau dengan mendaftarkan email anda disini, agar bisa terus mengikuti panduan tajwid ini.

Jazakumullahu khair

Artikel Terkait :

Bookmark and Share

Post a comment