Hukum-hukum Mad (3)
| Posted in Al-Qur'an | Posted on 06-09-2009
0
Sebelumnya….Hukum-hukum Mad (2)
8. Mad ‘Aridh li Al-Sukun
‘Aridh artinya : berhadapan
li Al-Sukun artinya : berhenti karena tanda sukun
Sehingga maksudnya adalah, dibaca panjang karena berhadapan dengan tanda sukun. Kapan dinamakan mad ‘Aridh li Al-Sukun? Apabila waqaf (berhenti) pada mad Tabi’i.
Mad Liin adalah bagian dari mad ‘aridh li al-sukun.
Contoh :
-
عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ : Perhatikan pada kalimat ءَلُونَ, kita berhenti (waqaf) di mad tabi’i maka dibaca panjang boleh 2, 4, atau 6 harakat. Sehingga عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ dibaca ‘amma yatasaa aluuuun (bila 4harakat panjangnya)
-
عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ : Perhatikan kembali pada kalimat الْعَظِيمِ, bila kita berhenti pada kalimat tersebut maka harus dibaca panjang 2, 4, atau 6 harakat karena termasuk mad ‘aridh li al-sukun. Sehingga عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ dibaca ‘anin naba il ‘adziim (bila 2harakat panjangnya)
9. Mad Lazim
Mad lazim terbagi dua :
-
Al-harfi
-
Al-kalimi
1. Al-Harfi
Al-harfi berasal dari kata harf (حرف) artinya huruf. Yakni di baca panjang karena huruf-huruf tersebut tidak memiliki arti secara bahasa (hanya Allah Ta’ala yang tahu).
Al-harfi terbagi dua, yaitu :
-
Mutsaqqal (مُثَقَّلْ), artinya berat, dikarenakan huruf tersebut memakai tanda taysdid ( ّ ) sehingga membacanya berat.
Dinamakan Mutsaqqal al-harfi, apabila huruf-huruf yang terletak di awal beberapa surat dalam Al-Qur’an bertemu dengan huruf yang bertaysdid.
Contoh : الم – المص , disini huruf lam (ل ) bertemu dengan mim (م ), sehingga mimnya jadi bertaysdid. Cara bacanya : الم , alif laaaaaammmmmmiiiiiim dan المص, dibaca alif laaaaaammmmmmiiiiiim shooooood.
Dibaca panjang 6 harakat.
-
Mukhaffaf (مُخَفَّفْ), artinya ringan, dikarenakan huruf tersebut tidak mengandung tasydid (ّ), sehingga membacanya ringan.
Dinamakan Mukhaffaf al-harfi, apabila huruf-huruf yang terletak di awal beberapa surat Al-qur’an tidak bertemu dengan huruf bertasydid.
Contoh :
- ق, dibaca qoooooof
- ص, dibaca shooooood
dengan panjang 6 harakat
2. Al-Kalimi.
Al-Kalimi adalah kalimat. Yakni dibaca panjang karena terdapat pada kalimat yang memiliki arti.
Al-Kalimi terbagi dua, yaitu :
-
Mutsaqqal (مُثَقَّلْ), dinamakan mutsaqqal al-kalimi, karena huruf mad (alif, wau, dan yaa’) bertemu dengan tasydid dalam satu kalimat sehingga membacanya agak berat.
Contoh :
الضَّآلِّيْن, disini huruf mad, alif bertemu dengan lam tasydid. Sehingga الضَّآلِّيْن, dibaca addhoooooolliiiiyn.
Dengan panjang 6 harakat.
-
Mukhaffaf (مُخَفَّفْ), dinamakan mukhaffaf al-kalimi, apabila ada huruf mad (alif, wau atau yaa’) bertemu dengan huruf bertanda sukun dalam satu kalimat.
Contoh :
Dalam al-qur’an surat Yunus : 51, أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ آمَنْتُمْ بِهِ ۚ آلْآنَ وَقَدْ كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَ pada kalimat آلْآنَ, disini huruf mad, alif bertemu dengan huruf lam sukun. Sehingga , dibaca aaaaaalaana.
Dengan panjang 6 harakat.
Alhamdulillah.
Nb : Ini adalah artikel berseri “Panduan Praktis Belajar Tajwid”, yang insyaAllah akan kami sajikan setiap hari Kamis dan Ahad. Anda bisa melihat isi materinya pada artikel pendahuluan berikut.
Anda juga bisa memanfaatkan RSS Feed kami untuk mendapatkan artikel-artkel terbaru pada blog ini.
Jazakumullahu khair
Download versi PDF artikel ini : hukum-hukum mad-3.



Lewat Email