Keempat : Bersabar di Atas Gangguan di Dalamnya
| Posted in Akidah | Posted on 19-10-2009
1

Berkata Syaikh Muhammad At Tamimi Rahimahullah :
الرَّا بِعَةُ : الصَّبْرُ عَلَى اﻷْدَى فِيْهِ
Keempat : Bersabar di atas gangguan di dalamnya (di jalan Allah Subhanahu Wata’ala)
Bersabar adalah mengungkung jiwa, menahan diri dari marah, mengeluh pada apa-apa yang menimpanya dari gangguan di jalan Allah Subhanahu Wata’ala. Gangguan dapat berupa gangguan fisik, seperti dipukuli, dilempari atau yang semisal dengan itu.
Dalam hadist Abdullah ibnu Mas’ud bahwa Nabi Shalallahu’alaihi Wasallam pernah dipukuli oleh kaumnya hingga darah keluar dari tubuhnya, namun Nabi berkata : “Ya Allah ampunilah kaumku sesungguhnya mereka kaum yang tidak mengetahui.”
Gangguan dan Cobaan adalah Sunnatullah dalam Dakwah
Yang harus dipahami bagi seorang Da’i, bahwa ketika dia berdakwah, sesungguhnya dia sedang berjihad sebagaimana jihadnya para Nabi dan Rasul. Dan manusia yang paling banyak cobaannya adalah para Nabi dan para Rasul.
Nabi Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda : “Manusia yang paling berat cobaannya adalah para Nabi, kemudian yang semisal dengannya, kemudian yang semisal dengannya, seorang lelaki mendapat ujian sesuai dengan kadar agamanya, kalau dalam agamanya kokoh atau kuat, maka cobaannya akan lebih banyak, sedang bila kadar agamanya agak tipis, maka dia mendapat cobaan sesuai dengan kadar agamanya.”
Inilah Sunnatullah - ketentuan Allah, bahwa seseorang yang berdakwah di jalan Allah pasti akan mendapat rintangan, pasti mendapat cobaan, sebagai ketentuan yang tidak bisa dihindari.
Namun dibalik rintangan dan ujian tersebut, sungguh terdapat keutamaan yang besar dari Allah Subhanahu Wata’ala.
فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ
“Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.” (Al Ghaafir : 55)
فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ
“Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar.” (Al Ghaafir :77)
فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ
“Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.” (Ar Room : 60)
اصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ
“Bersabarlah kamu sebagaimana para Ulul Azmi dari para Rasul bersabar dan jangan kamu tergesa-gesa atas mereka.” (Al Ahqaf : 35)
Larangan tergesa-gesa dalam Dakwah
Dalam hadist Habbab ibnu Araq Radiyallahu’anhu, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, kata beliau : “Saya datang kepada Nabi Shalallahu’alaihi Wasallam dan beliau sedang bersandar di bawah selendang beliau, berbaring di bawah bayangan ka’bah, maka datanglah kami kepada Nabi mengadukan gangguan kaum musyrikin pada kami. Maka Nabi Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda : ‘Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian mereka diuji dalam agama mereka, diantara mereka ada yang digergaji tubuhnya hingga terbelah dua, dan diantara mereka ada disisir dengan sisir besi hingga menembus tulangnya, dan tidaklah hal tersebut menahan mereka dari agama mereka. Tetapi kalian ini terlalu tergesa-gesa’.”
Inilah penyebab dari banyak yang berjatuhan dijalan dakwah, karena terlalu tergesa-gesa untuk menuai hasil.
Kata para Ulama : “Maka barang siapa yang mempercepat sesuatu sebelum waktunya, maka akibatnya dia diharamkan untuk mendapatkan hal tersebut.”
Tergesa-gesa adalah perkara yang tercela dalam dakwah, wajib atas kita bersabar dalam menempuh jalannya Rasul Shalallahu’alaihi Wasallam.
Nb : Ini adalah artikel berseri kajian kitab “Tsalatsatul Ushul-3 Landasan Utama”, yang insyaAllah akan kami sajikan dua kali dalam sepekan. Anda bisa melihat isi materinya pada artikel pendahuluan berikut.
Bila anda merasa Artikel ini bermanfaat, anda bisa berlangganan artikel ini dengan memanfaatkan RSS Feed atau melalui email dengan mendaftarkan email anda disini.
Jazakumullahu Khair-Semoga Allah Ta’ala membalas anda dengan kebaikan.



Lewat Email
sabar….itu selalu..resep brownies kukus