Empat Perkara yang Wajib Diketahui Oleh Setiap Muslim
| Posted in Akidah | Posted on 05-10-2009
1

Kemudian beliau (Syaikh Muhammad At Tamimi) Rahimahullah berkata :
إعْلَمْ - رَحِمَكَ اللَّهُ
Ketahuilah mudah-mudahan Allah merahmatimu.
Disini beliau mulai dengan إعْلَمْ - “ketahuilah”, merupakan kebiasaan banyak pengarang buku adalah memulai dengan kata ini, yang dimaksudkan agar pembaca mempunyai perhatian terhadap apa yang akan disampaikan.
kemudian Syaikh Muhammad mendo’akan : رَحِمَكَ اللَّهُ - “mudah-mudahan Allah merahmatimu”. Ini menunjukkan rasa sayangnya beliau terhadap kaum muslimin dan orang-orang yang membaca kitab beliau ini.
Dan ini juga menunjukkan bahwa ilmu itu dasarnya dibangun di atas Rahmat, antara orang yang belajar dan orang yang mengajar. Oleh karena itu para ulama ketika memberikan riwayat atau mewariskan sanad kepada muridnya, maka riwayat yang pertama kali disampaikan pada muridnya adalah hadist :
الرَّ حِمُوْنَ يَرْحَمُ هُمُ الرَّحْمَنُ
“Orang-orang yang merahmati, mereka akan dirahmati oleh Allah yang maha merahmati”.
Disebutkan oleh para ulama ini, jadi setiap alim ketika membacakan hadist ini mereka berkata, menceritakan pada saya guruku dan ini hadist yang pertama kali guruku berikan padaku, dan gurunya juga berkata, dan gurunya guru juga berkata, terus hingga ke Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam.
Dan ini juga yang disampaikan oleh Syaikh : رَحِمَكَ اللَّهُ - mudah-mudahan Allah merahmatimu.
Ini menunjukkan bahwa ilmu benar-benar dibangun di atas Rahmat dan menunjukkan bahwa beliau benar-benar ingin menasehati umat, karena itu beliau do’akan kebaikan bagi orang yang membaca kitabnya.
إعْلَمْ dari kata علم – ilmu : ilmuilah, ketahuilah .
ilmu adalah mengetahui sesuatu sesuai dengan keadaannya, dengan pengetahuan yang pasti.
Selanjutnya syaikh berkata :
أنَّهُ يَجِبُ عَلَيْنَا تَعَلُّمُ أرْبَعِ مَسَائِلَ
“Sesungguhnya wajib atas kita untuk mempelajari empat masalah.”
Beliau tekankan wajib atas kita. Pertanyaannya, ini wajib apa? Apakah wajib ‘ain atau wajib kifayah? Fardhu ‘ain atau fardhu kifayah?
Maka jawabannya adalah wajib yang meliputi kedua-duanya, yaitu bisa fardhu ‘ain dan fardhu kifayah, sebab dari yang Syaikh sebutkan ada yang merupakan fardhu ‘ain dan ada yang fardhu kifayah, dan terkadang pada seseorang, mencakup seluruhnya fardhu ‘ain. InsyaAllah akan diterangkan nanti rinciannya. Ustad akan merinci pada setiap masalah yang Syaikh sebutkan.
Beliau katakan :
أنَّهُ يَجِبُ عَلَيْنَا
pada kalimat عَلَيْنَا - bagi kita, adalah bukan khusus kaum muslimin saja, namun seluruh makhluk, sampai orang kafir pun wajib mengetahuinya. Karena perkara-perkara syariat ini juga dibebani pada orang kafir nanti dihari kiamat. Jangan dikatakan bahwa, dikarenakan mereka tidak shalat, tidak bertauhid sehingga mereka akan lepas dari perkara ini. Tidak! Mereka tetap akan menanggung dosanya kelak dihari kiamat.
Karena asalnya kewajiban ini juga dibebankan pada orang kafir. Dia kafir, tidak mau menerima, maka dia akan mendapatkan dosa yang berlipat ganda.
Dalam Al Qur’an disebutkan :
مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ * قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ
“(Orang-orang kafir yang berada di dalam neraka ditanya) Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: ‘Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat’,” ( Al Muddaththir : 42-43)
Ayat di atas menunjukkan walau dia seorang yang kafir, dia tetap akan menanggung beban syariat.
Maka wajib atas kita, seluruh makhlukNya untuk mempelajari empat masalah ini.
Empat masalah ini berkaitan dengan agama secara keseluruhan, oleh karena itu sangat pantas, apabila seseorang mempunyai perhatian terhadap masalah-masalah tersebut, karena besarnya manfaat di dalamnya.
Nb : Ini adalah artikel berseri “Tsalatsatul Ushul-3 Landasan Utama”, yang insyaAllah akan kami sajikan dua kali dalam sepekan. Anda bisa melihat isi materinya pada artikel pendahuluan berikut.
Bila anda merasa Artikel ini bermanfaat, anda bisa berlangganan artikel ini dengan memanfaatkan RSS Feed atau melalui email dengan mendaftarkan email anda disini.
Jazakumullahu Khair-Semoga Allah Ta’ala membalas anda dengan kebaikan.



Lewat Email
muantape….resep brownies kukus